Sabtu, 26 Desember 2020

Ini Dia Tutorial dan Cara Kerja Sepeda Listrik yang Wajib Anda Ketahui

Sepeda listrik beberapa tahun ke belakang ini terus mendapat banyak perhatian dari para pecinta gowes. Penggunaannya yang mudah dan tak memerlukan tenaga, menjadi alasan utama banyak orang yang jatuh cinta dengan sepeda listrik ini.

 


Sesuai dengan namanya, sepeda ini menggunakan tenaga listrik agar dapat digunakan. Meskipun demikian, masih banyak orang yang belum memahami cara kerja sekaligus aplikasinya. Oleh karena itu, tanpa berlama-lama lagi mari kita bahas mengenai cara kerja sepeda listrik. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!


Cara Kerja Sepeda Listrik
Sebelum membahas mengenai cara kerjanya, tahukah anda bahwa sepeda listrik terdiri dari dua jenis?! Ya, sepeda listrik terdiri dari dua jenis yaitu sepeda listrik dengan pedal dan tanpa pedal.
Sepeda listrik dengan pedal pada dasarnya memiliki bentuk fisik serupa dengan sepeda biasa. Hal yang membedakan hanya terletak pada baterai yang dipasang didalamnya sebagai penggerak.


Jadi, energi listrik dari baterai atau akumulator akan diubah sebagai daya untuk menggerakan sepeda. Kelebihan lain dari sepeda listrik dengan pedal ini yaitu dapat digunakan layaknya sepeda biasa dengan cara dikayuh atau bergerak sendiri dengan energy listrik.


Jenis sepeda listrik yang kedua yaitu sepeda listrik tanpa pedal. Karena tidak memiliki pedal, tentu cara satu-satunya untuk mengoperasikan sepeda yang satu ini adalah dengan bantuan listrik.  


Untuk mendapatkan informasi yang akurat, mari kita bahas cara kerja sepeda listrik sekaligus komponen yang mendasarinya.
1.    Dynamo atau Motor Listrik
Komponen utama dari sepeda listrik adalah dynamo. Cara kerja dari dynamo itu sendiri adalah dengan menghasilkan gerakan putaran sehingga sepeda dapat bergerak. Untuk menghemat biaya sekaligus mendapatkan daya dorong yang optimal, pasanglah dynamo ini di roda sepeda bagian belakang.

Selain itu, agar kecepatan sepeda listrik mampu mencapai 40-50 km/jam usahakan untuk menggunakan dynamo BLDC hub 48 dengan volt 350 watt.

2.    Baterai dan Charger
Apabila dynamo adalah alat untuk menghasilkan gerakan, maka baterai adalah sumber dayanya. Untuk volt, usahakan untuk disesuaikan dengan spesifikasi dari dynamo itu sendiri. Sedangkan masalah ampere, semakin besar maka akan semakin jauh pula daya jangkau yang dimiliki.

Terdapat dua jenis baterai yang biasa digunakan yaitu aki dan lithium. Untuk sumber daya aki, usahakan untuk menggunakan aki kering agar tidak cepat rusak. Namun alangkah lebih baiknya anda menggunakan baterai lithium. Meskipun sedikit lebih malah dari aki, lithium ini akan sangat awet dan lebih cepat dalam proses pengecasan.

Aki ataupun lithium, perlu diperhatikan bahwa anda harus segera mengechargenya sebelum daya habis total untuk menghindari kerusakan.
3.    Controller
Diibaratkan dalam rumah tangga, controller ini memiliki peran seperti ibu. Di mana tugas dari controller ini adalah melakukan pembagian dan pengaturan instalasi listrik dari sepeda.

Controller ini juga memiliki fungsi yang sama dengan handle gas dari sepeda motor yaitu untuk mengatur kecepatan ketika sepeda sedang dijalankan.

4.    Handle Rem
Ketika ada gas tentu diperlukan sebuah rem, begitu pula dengan sepeda  listrik ini. Sistem handle rem pada sepeda listrik ini memiliki sistem switch agar tidak terjadi gas dan rem dalam waktu yang bersamaan.
5.    Pedal Assist
Komponen sepeda listrik yang selanjutnya adalah pedal assist. Pada dasarnya pedal assist ini memiliki fungsi agar proses mengayuh sepeda menjadi lebih ringan. Cara kerjanya yaitu dengan cara dipasang di braket bawah.

Nah, bagaimana anda yang ingin bersepeda namun tetap santai apa sepeda listrik ini sangat cocok untuk anda gunakan. Jangan lupa pula beli sepeda listrik ini di blibli.com ya. Menjelang akhir tahun 2020 ini banyak sekali promo, diskon, dan gratis ongkir. Jadi hati pun senang kantong pun tenang!!
Demikian artikel tentang sepeda listrik ini, semoga bermanfaat untuk anda. Terima kasih!

Read more ...